Posts

Showing posts from 2009

“DI TASIK MELANKOLIK”

Bicara asing afrit bagai duri, Menyesak fikiran jua pendengaran, Senafas ditarik jiwa bergetaran, Kasih punca cinta berterusan, Walau pengorbanan menjadi tuntutan, Masihkah ada kasih di sana saat keraguan bertandang, kerna ada ketikanya ia umpama hilang di puncak sementelah lama mendaki, tanpa jejak laungan suara nurani, Menunggu kasih mengharap sayang, Tatkala bersendirian sendu jadi peneman, Di tepian tasik melankolik, Menanti dengan kesetiaan, Saat hati berdetik ’aku perlu kamu’... ~Aira Ixora~ 9 Oktober 2009 12:00am

“SIAPALAH AKU”

‘Aku’.. Siapalah ‘aku’ di hatinya, Katanya pelengkap hidup, Pengisi ruangan, Hanya dia tahu siapa aku baginya.. ‘Dia’.. Siapalah ‘dia’ di hati ku, Kata ku dia adalah ‘hatiku’.. Tersinggah sekali dibicara, Antara pelengkap hidup, pengisi ruang dan ‘hati’, Yang mana lebih bererti.. Kata ku semuanya bererti, Kata mereka ‘hati’ lebih bererti, Katanya.. Hanya ’dia’ tahu.. Maka ku takkan tahu, Erti dan siapa ’aku’ sebenarnya bagi ’dia’.. ’Aku’.. Mungkin bukan sesiapa, yang berhak keatasnya, yang perlu tahu keberadaannya, yang mengikatnya, yang halal baginya.. ’Aku’.. Mungkin sekadar aku... ~Aira Ixora~ 15 Jun (9:56pm) 14 Oktober 2009 (8:37am)

"KEJAUHAN ITU"

Kejauhan itu.. yang rindu semakin merindui, yang kasih semakin mengasihi, yang cinta semakin mencintai. Kejauhan itu.. yang dekat semakin mendekati, yang melihat semakin cuba menggapai, yang hampir semakin cuba mendapatkan. Kejauhan itu.. menyesakkan yang di sini, terhimpit dugaan, menanti kepulangan. Kejauhan itu.. tetap setia padanya, hanya yang '1'. ~Aira Ixora~ 17 Jun 2009

PUISI, AKULAH

Akulah derai yang menterjemah hembus, Akulah pender yang menterjemah pusar, Akulah getar yang menterjemah bara. ~Medy Loekito~ Mei 2002

PUISI, ENGKAUKAH

Engkaukah sepi wujud maya kata, Engkaukah kata wujud nyata sepi. ~Medy Loekito~ Mei 2002

CORETAN BUAT TEMAN

Ku coretkan kalimah Tak bernokhtah Kerna keadaan mencemburui kita berbicara Akan adakah waktu untuk kita kembali Memutar-mutar kenangan Dan bertikaman pandangan Seperti hari-hari Yang pergi berlari Atau sekadar mimpi menyinggahi lena Pabila terjaga Tiada sekelumit rasa yang tersisa Persis sebuah hikayat Selesai membaca helaian terakhir Pasti esoknya kita lepaskan Sebuah ceritera Dengan keberatan dan terkilan Tapi akhirnya Akan terrestui jua ~Aduka~ Perlis, 1986

"MONOLOG HATI"

'Aku'.. Siapalah aku dihatinya, Katanya pelengkap hidup, pengisi ruangan, hanya dia tahu siapa aku baginya.. 'Dia'.. Siapalah dia dihati ku, Kata ku dia adalah 'hati' ku.. Tersinggah sekali dibicara, antara pelengkap hidup, pengisi ruang dan 'hati', yang mana lebih bererti, Kata ku, semuanya bererti.. Kata mereka, 'hati' lebih bererti.. Katanya, Hanya 'Dia' tahu.. Maka aku, takkan tahu erti dan siapa 'Aku' sebenarnya bagi 'Dia'.. ~Aira Ixora~ 15 Jun 2009 9:56pm

“BAYU ITU”

Bayu itu Yang menghempas jendela Semakin jelas Memainkan melodinya Bayu itu Umpama mengetahui Kecelaruan di hati ini Kepedihan di benak ini Kepiluan sanubari Bayu itu Bagaikan teman Kala mata tak melihat Kala telinga tak mendengar Kala mulut tak terkata Kala suara tak berbunyi Bayu itu Semakin kencang Menandakan gelora Mengkhabarkan ribut Menceritakan pergolakan Cuaca di dalam jiwa ini Semakin mendung Semakin tidak ketentuan Seolah El-Nino menjenguk awal Bukan di alam bumi hijau Tetapi di alam anatomi tubuh Di alam taman ciptaan minda Di alam impian buruan hati Di alam bayangan sinaran yang dicari Bayu itu Tafsiran rindu kepadanya ”Cinta ku”... ~Aira Ixora~ 14 Jun 2009 4:30 pm

“MATA HATI”

Sayang… Hilang sudah suara ku Meluahkan segalanya kepada mu Menyusun bait kata Membicarakan betapa kasih Merungkaikan betapa sayang Membahasakan betapa cinta Semua rasa yang terbit Pemunyanya adalah diri mu Sayang... Ku dambakan kesempurnaan ikatan Sebagaimana sempurnanya cahaya bulan Sebagaimana bersinarnya bintang Menerangi hidup yang sebentar ini Membahagiakan seorang marhain Sayang... Sebutir air di kelopak ini Menjemput kesayuan di hati Mengenang dugaan Memikirkan liku Membayangkan kekangan Membentuk pilu jiwa ini Sayang… Andai tiada lagi kata terluah Ku mahu kau tahu Diri mu pemilik semuanya Ku tahu.. Kau juga tahu.. Semuanya terpancar di mata ini Mata yang sentiasa melihat mu Membayangkan kehidupan bersama mu Mata yang sentiasa mencintai mu Walau dekat.. Walau jauh.. Walau terpisah.. Kerna sayang.. Mata hati ku adalah diri mu... ~Aira Ixora~ 19 Mei 2009 9:58pm

“KU MENCARI”

Ku mencari… Kesempurnaan iman Mencari cahaya hidayah Nya Ingin bertemu kasih Nya Memiliki kebahagiaan kurniaan Nya Ku mencari… Kesempurnaan hati Membasuh segala palitan dosa Menjernih keruhan yang membinasa Memutihkan coretan hitam Ku mencari… Kebahagiaan hidup Bersama cinta Nya yang agung Mengiringi kasih insan Merasai kehadiran tersayang Ku mencari... Kesempurnaan iman, kesempurnaan hati dan kebahagiaan hidup Mengharap pimpinannya Membawa aku ke arah yang dicari Menyempurnakan dan membahagiakan iman, Hati, hidup dan segalanya yang diimpi Ku mencari... Dia.. Kasih ku.. Sayang ku.. Hidup ku.. Pemimpin ku.. Hati ku.. Cinta ku.. Hanya yang Esa mengetahuinya Manusia itu adalah ’Dia’ atau ’Kamu’... ~Aira Ixora~ 9 Mei 2009 8:44pm

From Ahan In The Afternoon....

I've learned- that you cannot make someone love you. All you can do is be someone who can be loved. The rest is up to them. I've learned- that no matter how much I care, some people just don't care back. I've learned- that it takes years to build up trust, and only seconds to destroy it. I've learned- that no matter how good a friend is, they're going to hurt you every once in a while and you must forgive them for that. I've learned- that it's not what you have in your life but who you have in your life that counts. I've learned- that you should never ruin an apology with an excuse. I've learned- that you can get by on charm for about fifteen minutes. After that, you'd better know something. I've learned- that you shouldn't compare yourself to the best others can do. I've learned- that you can do something in an instant that will give you heartache for life. I've learned- that it's t