Monday, June 22, 2009

"KEJAUHAN ITU"

Kejauhan itu..
yang rindu semakin merindui,
yang kasih semakin mengasihi,
yang cinta semakin mencintai.

Kejauhan itu..
yang dekat semakin mendekati,
yang melihat semakin cuba menggapai,
yang hampir semakin cuba mendapatkan.

Kejauhan itu..
menyesakkan yang di sini,
terhimpit dugaan,
menanti kepulangan.

Kejauhan itu..
tetap setia padanya,
hanya yang '1'.

~Aira Ixora~
17 Jun 2009

Wednesday, June 17, 2009

PUISI, AKULAH

Akulah derai
yang menterjemah hembus,

Akulah pender
yang menterjemah pusar,

Akulah getar
yang menterjemah bara.

~Medy Loekito~
Mei 2002
PUISI, ENGKAUKAH

Engkaukah sepi
wujud maya kata,

Engkaukah kata
wujud nyata sepi.

~Medy Loekito~
Mei 2002

Tuesday, June 16, 2009

CORETAN BUAT TEMAN

Ku coretkan kalimah
Tak bernokhtah
Kerna keadaan mencemburui kita berbicara

Akan adakah waktu untuk kita kembali
Memutar-mutar kenangan
Dan bertikaman pandangan
Seperti hari-hari
Yang pergi berlari
Atau sekadar mimpi menyinggahi lena
Pabila terjaga
Tiada sekelumit rasa yang tersisa

Persis sebuah hikayat
Selesai membaca helaian terakhir
Pasti esoknya kita lepaskan
Sebuah ceritera
Dengan keberatan dan terkilan
Tapi akhirnya
Akan terrestui jua

~Aduka~

Perlis, 1986
"MONOLOG HATI"

'Aku'..
Siapalah aku dihatinya,
Katanya pelengkap hidup,
pengisi ruangan,
hanya dia tahu siapa aku baginya..

'Dia'..
Siapalah dia dihati ku,
Kata ku dia adalah 'hati' ku..

Tersinggah sekali dibicara,
antara pelengkap hidup, pengisi ruang dan 'hati',
yang mana lebih bererti,
Kata ku,
semuanya bererti..
Kata mereka,
'hati' lebih bererti..
Katanya,
Hanya 'Dia' tahu..

Maka aku,
takkan tahu erti dan siapa 'Aku' sebenarnya bagi 'Dia'..

~Aira Ixora~
15 Jun 2009
9:56pm
“BAYU ITU”

Bayu itu
Yang menghempas jendela
Semakin jelas
Memainkan melodinya

Bayu itu
Umpama mengetahui
Kecelaruan di hati ini
Kepedihan di benak ini
Kepiluan sanubari

Bayu itu
Bagaikan teman
Kala mata tak melihat
Kala telinga tak mendengar
Kala mulut tak terkata
Kala suara tak berbunyi

Bayu itu
Semakin kencang
Menandakan gelora
Mengkhabarkan ribut
Menceritakan pergolakan
Cuaca di dalam jiwa ini
Semakin mendung
Semakin tidak ketentuan
Seolah El-Nino menjenguk awal
Bukan di alam bumi hijau
Tetapi di alam anatomi tubuh
Di alam taman ciptaan minda
Di alam impian buruan hati
Di alam bayangan sinaran yang dicari

Bayu itu
Tafsiran rindu kepadanya
”Cinta ku”...


~Aira Ixora~
14 Jun 2009
4:30 pm
“MATA HATI”

Sayang…
Hilang sudah suara ku
Meluahkan segalanya kepada mu
Menyusun bait kata
Membicarakan betapa kasih
Merungkaikan betapa sayang
Membahasakan betapa cinta
Semua rasa yang terbit
Pemunyanya adalah diri mu

Sayang...
Ku dambakan kesempurnaan ikatan
Sebagaimana sempurnanya cahaya bulan
Sebagaimana bersinarnya bintang
Menerangi hidup yang sebentar ini
Membahagiakan seorang marhain

Sayang...
Sebutir air di kelopak ini
Menjemput kesayuan di hati
Mengenang dugaan
Memikirkan liku
Membayangkan kekangan
Membentuk pilu jiwa ini

Sayang…
Andai tiada lagi kata terluah
Ku mahu kau tahu
Diri mu pemilik semuanya
Ku tahu..
Kau juga tahu..
Semuanya terpancar di mata ini
Mata yang sentiasa melihat mu
Membayangkan kehidupan bersama mu
Mata yang sentiasa mencintai mu
Walau dekat..
Walau jauh..
Walau terpisah..
Kerna sayang..
Mata hati ku adalah diri mu...

~Aira Ixora~
19 Mei 2009
9:58pm
“KU MENCARI”

Ku mencari…
Kesempurnaan iman
Mencari cahaya hidayah Nya
Ingin bertemu kasih Nya
Memiliki kebahagiaan kurniaan Nya

Ku mencari…
Kesempurnaan hati
Membasuh segala palitan dosa
Menjernih keruhan yang membinasa
Memutihkan coretan hitam

Ku mencari…
Kebahagiaan hidup
Bersama cinta Nya yang agung
Mengiringi kasih insan
Merasai kehadiran tersayang

Ku mencari...
Kesempurnaan iman, kesempurnaan hati
dan kebahagiaan hidup
Mengharap pimpinannya
Membawa aku ke arah yang dicari
Menyempurnakan dan membahagiakan iman,
Hati, hidup dan segalanya yang diimpi

Ku mencari...
Dia..
Kasih ku..
Sayang ku..
Hidup ku..
Pemimpin ku..
Hati ku..
Cinta ku..
Hanya yang Esa mengetahuinya
Manusia itu adalah ’Dia’ atau ’Kamu’...

~Aira Ixora~
9 Mei 2009
8:44pm

Thursday, February 05, 2009

From Ahan In The Afternoon....

I've learned- that you cannot make someone love you.

All you can do is be someone who can be loved. The rest is up to them.


I've learned- that no matter how much I care, some people just don't care back.


I've learned- that it takes years to build up trust, and only seconds to destroy it.


I've learned- that no matter how good a friend is, they're going to hurt you every once in a while and you must forgive them for that.


I've learned- that it's not what you have in your life but who you have in your life that counts.


I've learned- that you should never ruin an apology with an excuse.


I've learned- that you can get by on charm for about fifteen minutes. After that, you'd better know something.


I've learned- that you shouldn't compare yourself to the best others can do.


I've learned- that you can do something in an instant that will give you heartache for life.


I've learned- that it's taking me a long time to become the person I want to be.


I've learned- that you should always leave loved ones with loving words. It may be the last time you see them.


I've learned- that you can keep going long after you can't.


I've learned- that we are responsible for what we do, no matter how we feel.


I've learned- that either you control your attitude or it controls you.


I've learned- that regardless of how hot and steamy a relationship is at first, the passion fades and there had better be something else to take its place.


I've learned- that heroes are the people who do what has to be done when it needs to be done, regardless of the consequences.


I've learned- that money is a lousy way of keeping score.


I've learned- that my best friend and I can do anything or nothing and have the best time.


I've learned- that sometimes the people you expect to kick you when you're down will be the ones to help you get back up.


I've learned- that sometimes when I'm angry I have the right to be angry, but that doesn't give me the right to be cruel.


I've learned- that true friendship continues to grow, even over the longest distance. Same goes for true love.


I've learned- that just because someone doesn't love you the way you want them to doesn't mean they don't love you with all they have.


I've learned- that maturity has more to do with what types of experiences you've had and what you've learned from them and less to do with how many birthdays you've celebrated.


I've learned- that you should never tell a child their dreams are unlikely or outlandish. Few things are more humiliating, and what a tragedy it would be if they believed it.


I've learned- that your family won't always be there for you. It may seem funny, but people you aren't related to can take care of you and love you and teach you to trust people again. Families aren't biological.


I've learned- that it isn't always enough to be forgiven by others. Sometimes you are to learn to forgive yourself.


I've learned- that no matter how bad your heart is broken the world doesn't stop for your grief.


I've learned- that our background and circumstances may have influenced who we are, but we are responsible for who we become.


I've learned- that a rich person is not the one who has the most, but is one who needs the least.


I've learned- that just because two people argue, it doesn't mean they don't love each other. And just because they don't argue, it doesn't mean they do.


I've learned- that we don't have to change friends if we understand that friends change.


I've learned- that you shouldn't be so eager to find out a secret. It could change your life forever.
I've learned- that two people can look at the exact same thing and see something totally different.


I've learned- that no matter how you try to protect your children, they will eventually get hurt and you will hurt in the process.


I've learned- that even when you think you have no more to give, when a friend cries out to you, you will find the strength to help.


I've learned- that credentials on the wall do not make you a decent human being.


I've learned- that the people you care about most in life are taken from you too soon.


I've learned- that it's hard to determine where to draw the line between being nice and not hurting people's feelings, and standing up for what you believe.


I've learned- that people will forget what you said, and people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.

Wednesday, November 05, 2008

Rindu itu apa?

rindu bagaikan pisau yang menyayat hati dalam keraguan,,,
rindu bagaikan racun yang mengacaukan pikiran,,,
rindu bagaikan hantu yang selalu membayangi setiap pikiran,,,
rindu bagaikan awan gelap yang selalu menutupi keriangan,,,
tapi,,,

rindu juga bagaikan berlian yang akan selalu kita perjuangkan,,,
rindu bagaikan madu yang selalu mengukir senyum diantara duka,,,
rindu bagaikan malaikat yang selalu memberikan harapan,,,
dan rindu bagaikan cahaya terang yang selalu memberi jalan menuju cahaya cinta,,,,
aku sampaikan rasa rinduku diantara angin yang berhembus,,,
bisikkan namanya,,,
meminta angin untuk selalu menjaganya agar bisa melepaskan rindu ini
yang selalu kusimpan sampai saat aku bisa bertemu dengannya,,,,

I_F

petikan daripada Purple...

Sunday, July 27, 2008

Sakitnya...

Sakitnya…

Sakitnya…

Menahan hati dari dilukai

Menyembuh luka lalu

Agar menjadi parut


Sakitnya…

Parut terbuka kembali

Semakin dalam

Semakin terjal dibaluti darah


Sakitnya…

Bila hati mencintai

Ingin percaya

Terhalang oleh dugaan


Sakitnya…

Rindui dia di situ

Di depan mata

Gapai…tak terjangkau


Sakitnya…

Melihat dia bersamanya

Rasa cemburu

Meraut rasa kasih

Mengundang air mata


Sakitnya…

Menahan rasa

Yang tersirat di gelodakan jiwa

Meragut ketenangan emosi

Ingin lari bawa diri

Namun daya tak ada

Kerna cinta tetap di situ

Memaku diri di hati

Bersama ingatan terhadapnya

Terpahat lagi kekal


Sakitnya…

Mencintai yang dicintai

Walau indah

Hiasi firdausi sanubari….


~Aira Ixora~

22/07/08

Friday, June 20, 2008

Cinta ku tiada bersebab...

CERITERA CINTA KU

Garis senyum terukir,

Kerna dia.

Bibir menguntum bahagia,

Pancaran kasih kepadanya.

Hati mekar berbunga,

Menatap wajahnya.

Semuanya indah,

Hanya bersamanya…


Menitis ia sekali lagi,

Hanya kerna dia.

Meraung ia berulang kali,

Juga kerna dia.

Semua pilu,

Dia puncanya.

Semua kepedihan,

Kerna cintainya…


Menjauhi cinta,

Mahu dia bahagia.

Meninggalkan kasih,

Kerna tiada kata.

Korban hati ku,

Menutup segala sengsara.

Namun parutnya,

Kekal di sini sentiasa…


Cinta tetap padanya,

Walau raga jauh tak tergapai.

Setiap rasa kepunyaannya,

Walau tersimpan, tertanam di kuburan…


Dia,

Bukan milikan tetap ku,

Tapi aku,

Cinta ku,

Kasih ku,

Rindu ku,

Dia pemiliknya…


Cintainya tiada bersebab,

memberi tanpa menerima,

melayani tanpa menyedari,

merasai tanpa dipinta,

manyayangi walau punah jiwa raga,

kerna cinta adalah cinta,

tak perlu alasan memulakannya…


Cukup hanya dia,

Watak utama lakonan cinta,

Memainkan layar,

Pemula cerita,

Penutup, penyudah ceritera cinta ku…


-Aira Ixora-

19/06/08 5:54pm